Gunung Krakatau Meletus Lagi Video

Posted on

Gunung Krakatau atau yang sekarang disebut Anak Krakatau adalah gunung api aktif yang terbentuk dari letusan Krakatau Purba. Gunung Krakatau terletak di antara Sumatra dan Jawa tepat di Selat Sunda. Krakatau merupakan gunung api paling aktif di Indonesia yang paling banyak memakan korban jiwa.

Gunung Krakatau terbentuk dari 3 gunung yang menjadi satu. Yaitu Gunung Danan, Gunung Rakata dan Gunung Perbuwatan yang menjadi satu akibat dorongan vulkanik dari perut bumi.

Letusan Krakatau 1680

Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andestik asam. Dan selama 200 tahun tidak ada aktifitas ledakan dari Krakatau sampai pada 1880 mulai terjadi ledakan kecil.

Letusan Krakatau 1883

Pada 27 Agustus 1883, terjadi ledakan pada gunung Krakatau. Suara ledakan terdengan hingga 4.600km dan dapat didengan 1/8 penduduk bumi.
Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatra bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.
Letusan itu menghancurkan Gunung DananGunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata di mana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Tsunami (gelombang laut) naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
Jumlah korban tewas: 36.417

Anak Krakatau

Pada tahun 1927 , muncul gunung api di kaldera purba yang sekarang disebut dengan Anak Krakatau yang bertambah tingginya. Setiap tahun Anak Krakatau menjadi lebih tinggi sekitar 6 meter dan lebar 12 meter. Penyebabnya adalah material yang keluar dari dalam perut gunung Anak Krakatau.

Anak Krakatau 1929
Gunung Krakatau 2020
Anak Krakatau 2020

Baca Juga: Kenapa Tanggal Paskah Berbeda Tiap Tahun


Beberapa ilmuan menyatakan Krakatau akan kembali meletus lebih dahsyat dari tahun 1883. Tapi tidak ada yang tahu pasti kapan terjadinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *